Kontaminasi Bakteri pada Sediaan Propofol 1% Diluar Kemasan (ampul) Setelah 6 dan 24 Jam di Kamar Operasi

 Background. Propofol (2,6-diisopropylphenol) is commonly used for the induction and maintenance of anesthesia. Propofol is formulated in the form of emulsions with soybean oil (100 mg / ml), lecithin (12 mg / ml), and glycerol (22.5 mg / ml). The propofol formulations support the growth of bacteria. In the daily practice it’s common to use propofol up to 24 hours from the packaging (ampoules) had been opened. Therefore it is important to know that contamination of propofol out of packaging after 6 and 24 hours. The purpose of this study is to determine whether there is contamination of propofol out of packaging after storage for 6 and 24 hours.

Methods. Type of study is a prospective cohort study on 31 samples of propofol. Samples were labeled with number and checked for the color. At 0 hours, propofol was aspirated in 3 syringes each of 2 cc. The syringes then labeled the sample number, date and time (0.6 and 24 hours). They were stored in the operating room with a temperature of 20-24 ° C. Aspiration of propofol from the packaging comply with the CDC, ASA and APSF recommendation. All samples were examined for bacterial culture.

Results. Result of statistical analysis, bacterial contamination at the 6 hours was RR : 0.37 (< 1), IK 95% : 0.42 – 3.25, statistically not a risk factors. Result of statistical analysis to bacterial contamination at 24 hours was RR : 1.47 (>1), IK 95% : 1.25 – 4.14, statistically significant / is a risk factor.

Conclusion. Bacterial contamination in propofol out of packaging (ampoules) After 6 hours was RR : 0.37 (< 1), IK 95% : 0.42 – 3.25, statistically not a risk factors. While bacterial contamination in propofol out of packaging (ampoules) after 24 hours was RR : 1.47 (>1), IK 95% : 1.25 – 4.14, statistically significant / as a risk factor.

  

Latar Belakang. Propofol (2,6-diisopropylphenol) adalah obat yang sering digunakan untuk induksi maupun pemeliharaan anestesi. Propofol diformulasikan dalam bentuk emulsi dengan minyak kedelai (100 mg/ml), lesitin (12 mg/ml), dan gliserol (22,5 mg/ml). Formulasi propofol tersebut menyokong pertumbuhan bakteri. Pada praktek sehari-hari sering dijumpai adanya penggunaan emulsi propofol yang sudah dibuka dari kemasan (ampul) dan disimpan sampai dengan 24 jam. Oleh karena itu penting diketahui apakah ada kontaminasi propofol diluar kemasan setelah 6 jam maupun 24 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah kontaminasi propofol diluar kemasan setelah penyimpanan selama 6 dan 24 jam seperti tersebut diatas

Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kohort prospektif terhadap 31 sampel propofol. Sampel terpilih diberi label no sampel, dicatat warnanya. Pada jam ke-0 propofol dibuka dari kemasan diambil 2 cc propofol dimasukkan dalam spuit 3 cc sebanyak 3 spuit yang telah diberi label nomor sampel, tanggal dan jam (0,6 dan 24) kemudian disimpan dalam kamar operasi dengan suhu 20-24°C. Pengambilan propofol dari ampul sesuai rekomendasi CDC, ASA dan APSF tentang penyiapan penggunaan propofol. Masing-masing dilakukan pemeriksaan kultur.

Hasil. Hasil analisis secara statistik kontaminasi bakteri pada jam ke 6 diperoleh nilai RR sebesar 0,37 (< 1), IK 95% : 0,42 – 3,25 secara statistik berarti faktor yang diteliti bukan faktor resiko. Hasil analisis secara statistik kontaminasi bakteri pada jam ke 24 diperoleh nilai RR sebesar 1,47 (>1), dengan IK 95% : 1,25 – 4,14 yang secara statistik bermakna/merupakan faktor risiko.

Kesimpulan. Terjadi kontaminasi bakteri pada propofol diluar kemasan setelah 6 jam dengan RR: 0,37, IK 95% : 0,42 – 3,25 secara statistik faktor yang diteliti bukan faktor resiko. Sedangkan pada propofol diluar kemasan setelah 24 jam terjadi kontaminasi bakteri dengan RR : 1,47, IK 95% : 1,25 – 4,14 dan secara statistik bermakna/merupakan faktor risiko